img-9-14

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengenal ISO 22000 ISO 22000 -Sistem Manajemen Keamanan Pangan- pertama kali dipublikasikan pada tahun 2005 sebagai sebuah system manajemen dalam penerapan HACCP (Hazard Analysis & Critical Control Point / Analisis Bahaya dan Titik Kontrol Kritis) di seluruh rantai pasokan makanan. Standar ini menggabungkan beberapa elemen kunci keamanan pangan, yaitu:

  • Pelaksanaan program prasyarat (prerequisite programs), atau praktik manufaktur yang baik/ GMP (Good Manufacturing Practice), yaitu suatu sistem untuk memastikan bahwa produk secara konsisten diproduksi dan diawasi sesuai dengan standar kualitas yang baik.
  • Persyaratan dalam penerapan HACCP sesuai dengan prinsip-prinsip Codex Alimentarius (komisi internasional yang dibentuk untuk mengembangkan pedoman dan standar keamanan pangan).
  • Persyaratan untuk sistem manajemen.
  • Komunikasi interaktif antara pemasok, pelanggan, dan regulator.

ISO 22000 dapat diintegrasikan dengan ISO 9001 dalam pengembangan sistem manajemen berbasis risiko yang terintegrasi penuh, sehingga perusahaan yang telah memiliki system manajemen ISO 9001 dapat dengan mudah memperluas cakupannya hingga mencakup ISO 22000.

Pasal Khusus ISO 22000

ISO 22000 menerapkan skema Plan, Do, Check, Action (PDCA)  seperti standar system manajemen yang lain. Adapun pasal-pasal pada ISO 22000 yang membahas secara khusus tentang industri makanan, antara lain:

  • Penyusunan program prasyarat (PRP). Klausul ini membahas tentang persyaratan dasar yang diperlukan agar perusahaan terus menjaga lingkungan yang higienis pada setiap kondisi dan kegiatan di seluruh rantai pasokan makanan (7.2, 7.5, Lampiran C)
  • Identifikasi dan pengendalian bahaya keamanan pangan, dan pengelolaan risiko hingga tingkat risiko yang dapat diterima (7.4)
  • Penyusunan rencana HACCP, termasuk identifikasi dan pemantauan titik kontrol kritis/ Critical Control Point (CCP), yaitu langkah-langkah penerapan kontrol untuk mencegah atau menghilangkan bahaya keamanan pangan, atau menguranginya menjadi tingkat yang dapat diterima (7.6).
  • Penanganan produk makanan yang berpotensi tidak aman untuk memastikan bahwa produk yang berpotensi tidak aman tersebut tidak masuk dalam rantai pasokan makanan (7.10.3).
  • Pembentukan tim keamanan pangan yang bertanggung jawab atas pelaksanaan analisa bahaya, pemilihan kontrol atas bahaya, pembentukan PRP, dan perencanaan audit internal (5.5 dan 7.3.2).
  • Informasi dan karakteristik yang dibutuhkan dalam penyediaan bahan baku dan pengelolaan produk jadi (7.3.3).
  • Pembentukan rencana komunikasi dengan pihak eksternal – pemasok, pelanggan, dan pengawas – untuk memastikan informasi keamanan pangan tersedia untuk semua pihak-pihak yang berkepentingan (5.6.1).

Penerapan Standar ISO 22001

Selain ISO 22000 terdapat standar keamanan pangan lain yang dapat digunakan, tetapi kebanyakan lingkup penerapannya terbatas pada entitas atau aktivitas tertentu. ISO 22000 adalah satu-satunya standar keamanan pangan yang memiliki cakupan yang luas sehingga dapat diterapkan oleh berbagai organisasi, seperti:

  • Produsen produk-produk hasil pertanian
  • Produsen pakan ternak
  • Pabrik makanan
  • Restoran dan katering
  • Retail makanan
  • Supplier bahan baku makanan
  • Jasa transportasi bahan pangan
  • Penyedia penyimpanan bahan pangan
  • Produsen peralatan pangan
  • Produsen biokimia
  • Produsen kemasan pangan
  • Dan lain-lain

Keuntungan Penerapan ISO 22000 Bagi Organisasi

ISO 22000 dapat membantu perusahaan industri makanan dalam hal berikut ini:

  • Memenuhi ekspektasi industri makanan secara umum.

Seiring meningkatnya bahaya kemanan pangan pada setiap proses dalam rantai pasokan makanan, ISO 22000 dapat membantu organisasi untuk mengendalikan bahaya kemanan pangan tersebut.

  • Komunikasi yang terstruktur dan terarah.

Komunikasi secara internal maupun eksternal, sangat penting untuk pelaksanaan identifikasi dan pengendalian bahaya keamanan pangan.

  • Pelaksanaan Analisa bahaya kemanan pangan secara luas dan komprehensif.

Analisa menyeluruh ini membantu organisasi dalam menentukan bahaya kemanan pangan yang harus dikontrol, dan menyusun kombinasi tindakan kontrol yang paling efektif secara lebih mudah dan sistematis.

  • Mengisi kesenjangan antara ISO 9001 dan HACCP.

ISO 9001 tidak menyediakan pedoman untuk menentukan dan mengendalikan bahaya keamanan pangan, seperti metode titik kontrol kritis (CCP) pada HACCP, sedangkan HACCP tidak mencakup konsep utama ISO 9001 tentang peningkatan berkelanjutan dan fokus pada kepuasan pelanggan. ISO 22000 mencakup semua poin tersebut atau dalam arti lain, ISO 22000 adalah penggabungan ISO 9001 dan HACCP.

  • Risiko tanggung jawab yang lebih rendah. Ketika terjadi kecelakaan akibat produk makanan yang tidak aman dan berbahaya dikonsumsi oleh konsumen, seluruh rantai pasokan makanan akan terlibat dalam pemeriksaan pihak berwajib. Dengan penerapan ISO 22000, organisasi dalam rantai pasokan makanan dapat mengambil tanggung jawab untuk keselamatan konsumen, yang berdampak pada penurunan risiko pembayaran asuransi, biaya hukum serta biaya-biaya lainnya yang dapat ditimbulkan oleh kecelakaan tersebut.
  • Akses pasar yang lebih luas. Permintaan untuk supplier bersertifikat dalam industry makanan terus meningkat. Karena ISO 22000 adalah sebuah standar yang didukung oleh pemerintah dan pakar kemanan pangan di seluruh dunia, sertifikasi ISO 20000 akan membuka banyak kesempatan bagi organisasi untuk meraih peluang bisnis baik domestik maupun internasional.
  • Pengurangan biaya penjualan. Dengan memiliki sertifikat ISO 22000, perusahaan dapat menunjukkan kepada pihak terkait bahwa perusahaan memiliki kredibilitas dan komitmen terhadap keselamatan dan kemanan pangan. Dengan demikian, perusahaan akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan pelanggan prosektif.
  • Manajemen kualitas yang lebih sederhana: Sertifikasi ISO 22000 mengurangi kompleksitas yang terjadi akibat adanya perbedaan system manajemen keamanan pangan pada berbagai organisasi. Dengan penerapan ISO 22000, secara tidak langsung akan mengurangi pelaksanaan audit sistem dari pihak lain karena sudah terdapat sistem kualitas yang menggunakan pendekatan yang sama diantara semua pemasok dalam rantai makanan.

Untuk menerapkan ISO 22000 di perusahaan Anda, kami konsultan ISO 22000 dapat membantu melatih tim Anda, menyusun dokumen persyaratan ISO 22000, memantau penerapan system keamanan pangan, dan mendampingi perusahaan Anda dalam proses sertifikasi secara efektif dan efisien.

Abdul Qahar Musachir

Artikel ini telah dibaca sebanyak85kali!