Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Konsultan ISO Konsultan ISO

Konsultan ISO 9001, ISO 14001, ISO 27001

Konsultan ISO Konsultan ISO

Konsultan ISO 9001, ISO 14001, ISO 27001

  • Home
  • Biaya Konsultan ISO
  • Company Profile
  • Hubungi Kami
  • Our Customers
  • Permintaan Proposal
  • Home
  • Biaya Konsultan ISO
  • Company Profile
  • Hubungi Kami
  • Our Customers
  • Permintaan Proposal
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
ISO 9001:2008Konsultan ISO

Pengendalian Produk Tidak Sesuai (Non-Conforming Product)

By encangirul
February 12, 2013 3 Min Read
0

NCPKetidaksesuaian dapat diartikan sebagai suatu penyimpangan yang muncul dari standar yang sudah ditetapkan. Ketidaksesuaian ini paling sering terjadi pada produk atau jasa baik yang berasal dari supplier maupun dari sistem internal.

Ketidaksesuain terjadi karena tidak terpenuhinya spesifikasi dan persyaratan yang telah ada. Persyaratan ini bisa datang dari pelanggan, badan pengawas eksternal atau prosedur internal perusahaan sendiri.

Dalam mengidentifikasi ketidaksesuain dapat diketahui melalui keluhan pelanggan, audit internal, audit eksternal, pemeriksaan bahan masuk atau selama kegiatan pengujian dan inspeksi.

Di dalam standar sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 klausul 8.3 disebutkan:

”Organisasi harus memastikan bahwa produk yang tidak sesuai dengan persyaratan produk diidentifikasi dan dikendalikan untuk mencegah penggunaan atau penyerahan yang tidak dikehendaki. Prosedur terdokumentasi harus ditetapkan untuk mendefinisikan pengendalian dan tanggung jawab terkait kewenangan untuk menangani produk yang tidak sesuai”

Pengendalian produk tidak sesuai termasuk salah satu dari enam kegiatan yang harus dibuatkan prosedur kerjanya atau lebih sering dikenal sebagai 6 prosedur wajib ISO 9001. Pada prosedur ini harus diatur apa yang perusahaan anda lakukan apabila terjadi  produk tidak sesuai. Beberapa contoh ketidaksesuaian yang mungkin terjadi di berbagai jenis  perusahaan:

  • Pengiriman barang yang tidak sesuai dari supplier baik berupa kualitas maupun kuantitas. Misalnya, barang yang dikirim lebih ataupun kurang; barang yang dikirim tidak sesuai dengan pesanan baik dari sisi jenis (beda jenis) maupun kualitas (rusak, cacat); atau pengiriman barang melewati waktu pengiriman yang diminta.
  • Pemberian jasa dari supplier jasa yang tidak sesuai dengan pesanan. Misalnya, jasa yang diberikan tidak sesuai dengan penawaran yang diajukan atau lewat dari waktu yang telah disepakati.
  • Kesalahan penyimpanan. Barang rusak yang disebabkan karena kesalahan dalam proses penyimpanan di gudang (jatuh, tertiban, kadaluarsa)
  • Kesalahan produksi. Misalnya, barang reject yang disebabkan karena kelalaian staf produksi maupun karena kualitas bahan yang buruk
  • Hasil pengujian yang tidak sesuai standar. Misalnya, produk yang tidak lulus uji karena tidak terpenuhinya standar kualitas produk  baik yang sifatnya fisik (bentuk, warna) maupun mekanik (kekuatan, kelenturan)
  • Kesalahan saat pengiriman. Misalnya, barang rusak selama proses pengiriman atau pengiriman tidak tepat waktu
  • Kesalahan saat penjualan. Misalnya, kesalahan memberi “tag” harga untuk perusahaan retail, menampilkan produk yang sudah kawaluarsa, atau menjanjikan sesuatu yang tidak sesuai dengan barang/jasa yang diberikan.

Hal yang harus diperhatikan dalam pengendalian produk tidak sesuai adalah sesuai dengan yang disebutkan dalam klausul “produk diidentifikasi dan dikendalikan untuk mencegah penggunaan atau penyerahan yang tidak dikehendaki”.  Artinya, harus ada mekanisme identifikasi produk tidak sesuai misalkan dengan cara pemberian “tag” atau label Not Good (NG), label Non-Conforming Product (NCP), label “Reject”, atau dengan cara disediakan area khusus produk tidak sesuai, atau pada beberapa perusahaan manufaktur dan produksi disediakan keranjang khusus untuk produk tidak sesuai.  Semua itu dilakukan untuk menjamin barang rusak tidak sampai ke tangan pelanggan.

Demikianlah artikel tentang produk tidak sesuai. Semoga dapat memberikan pencerahan bagi anda yang masih bingung dengan definisi produk tidak sesuai. Terakhir, patut untuk dicatat bahwa produk tidak sesuai mencakup barang atau jasa yang tidak sesuai.

 

Salam Semangat!

 

Khairul Umam,ST, BA & Zulherbi,S.TP

www.multiple.co.id

(021) 2638 2005

081314667860

Tags:

6 Prosedur WajibKonsultan ISOKonsultan ISO 9001Prosedur ISOProsedur WajibSistem Manajemen Mutu
Author

encangirul

Follow Me
Other Articles
Previous

Manfaat Penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3)

Next

Data Statistik Penerapan ISO 9001 Tahun 2011

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Seleksi dan Evaluasi Penyedia Eksternal dalam ISO 9001:2015
  • Dampak Penerapan PPN 12% Bagi Perekonomian
  • Safety Talk’s : Penanganan Tumpahan B3
  • Pro Kontra terhadap Manfaat ISO 9001
  • ISO 9001:2015 dan Manajemen Risiko

Recent Comments

  1. Konsultan ISO on Menuju Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015
  2. yuni on Tugas dan Tanggung Jawab Pengendali Dokumen
  3. Rey on Hubungi Kami
  4. skywalker on Tips Memilih Badan Sertifikasi ISO
  5. Rizkiansyah on Cara Mendapatkan Sertifikat ISO 9001

Multiple Training and Consulting adalah Konsultan ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001, ISO 27001, ISO 37001, ISO 22000, ISO 21001, ISO 17025, MLC 2006  yang siap membantu perusahaan anda dalam meraih sertifikat ISO dengan harga miring namun kualitas bersaing. Lebih dari 170++ Perusahaan sudah berhasil menerapkan sistem manajemen di perusahaan mereka. Kami menjamin bahwa anda akan berhasil mendapatkan sertifikat ISO dari badan sertifikasi pilihan anda.

Konsultan ISO 9001 | ISO 14001 | OHSAS 18001 | SMK3 | ISO 21001 | ISO 27001 | ISO 37001