Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Konsultan ISO Konsultan ISO

Konsultan ISO 9001, ISO 14001, ISO 27001

Konsultan ISO Konsultan ISO

Konsultan ISO 9001, ISO 14001, ISO 27001

  • Home
  • Biaya Konsultan ISO
  • Company Profile
  • Hubungi Kami
  • Our Customers
  • Permintaan Proposal
  • Home
  • Biaya Konsultan ISO
  • Company Profile
  • Hubungi Kami
  • Our Customers
  • Permintaan Proposal
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
ISO 9001:2015

Prosedur untuk Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015

By encangirul
September 14, 2017 3 Min Read
0

Menerapkan ISO 9001 Berarti Membuat Banyak Prosedur Kerja ?

Saat organisasi menerapkan sistem manajemen mutu (SMM) ISO 9001, bagi banyak pihak, berarti harus membuat banyak prosedur kerja. Anggapan ini tidak dapat dikatakan keliru. Mengapa?

Pertama, dalam dunia ilmu manajemen, ada konsep yg cukup diakui bernama “pendekatan kontijensi”, artinya tidak ada satupun pendekatan tunggal untuk segala macam situasi manajemen. Boleh jadi, memang untuk organisasi2 tertentu perlu banyak membuat prosedur kerja & itu lebih efektif.

Kedua, dan mungkin ini yg banyak terjadi, saat audit sertifikasi ISO 9001, kita bisa temukan auditor lembaga sertifikasi meminta “prosedur kerja”. Permintaan auditor ini ditafsirkan sebagai sebuah kewajiban. Lalu, sebetulnya apa saja prosedur kerja yg perlu dibuat untuk menerapkan ISO 9001:2015?

Baca Juga : Cara Membuat dan Manfaat Prosedur

Istilah Baru Dalam ISO 9001:2015 : Informasi Terdokumentasi

Standar ISO 9001:2015 memang agak unik dari sisi persoalan “perproseduran” ini.

Pertama, berbeda dengan versi sebelumnya, ia tidak lagi menggunakan istilah “dokumen” & “rekaman” tetapi “informasi terdokumentasi”. ISO TC 176, komite kerja ISO yg membidangi standar ini, menyebut salah satu alasan perubahan istilah itu untuk menekankan soal fleksibilitas dokumentasi & menekankan kembali bahwa SMM ISO 9001 bukan sistem untuk mendokumentasikan.

Kedua, standar ini sama sekali tidak mewajibkan satupun prosedur yg harus dibuat oleh organisasi. Bahkan, jika kita menggunakan terminologi “dokumen”, standar ini hanya mewajibkan tiga dokumen, yaitu ruang lingkup penerapan ISO 9001, kebijakan mutu & sasaran mutu. Padahal di versi 2008, ISO 9001 masih mewajibkan adanya Manual Mutu & 6 Prosedur wajib (pengendalian dokumen, rekaman, produk tidak sesuai, audit internal, tindakan perbaikan, & tindakan pencegahan) selain kebijakan & sasaran mutu.

Dari karakteristik di atas, artinya, organisasi yg menerapkan ISO 9001:2015 punya keleluasaan apakah ingin membuat prosedur untuk semua proses, sebagian proses, atau sama sekali tidak membuat prosedur. Lalu, mana yg harus dipilih?

Perbedaan Prosedur dan Proses

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya kita pahami dulu apa beda prosedur dan proses. Jika kita lihat standar ISO 9000:2015, dapat kita sebut proses itu berhubungan dengan kegiatan merubah suatu input menjadi suatu output sedangkan prosedur itu berhubungan dengan metode dalam menjalankan kegiatan tersebut seperti urutannya, caranya, dll.

Membuat prosedur artinya organisasi menstandarisasikan metode dalam menjalankan kegiatan merubah input menjadi output. Ini berarti setiap organisasi pasti memiliki proses tapi belum tentu memiliki prosedur.

Untuk lebih jelasnya, kita ambil contoh proses penerimaan order. Semua organisasi pasti menjalankan proses ini, menerima permintaan lalu mengubahnya menjadi persetujuan terhadap order, dalam bentuk kontrak atau dokumen penjualan lain. Tapi, tidak setiap organisasi menstandarisasikan ya. Misalnya, setiap penerimaan order harus melalui kajian kemampuan dll sebelum disetujui. Tanpa standarisasi atau prosedur tersebut, berarti personel organisasi boleh dengan cara apapun merubah permintaan order menjadi persetujuan order.

Jadi Sebaiknya Perlu Membuat Prosedur atau Tidak ?

Kembali ke pertanyaan awal, lalu sebaiknya apa yg organisasi harus pilih terkait perproseduran ini? Tidak ada jawaban yg pasti. Semua dikembalikan ke konteks masing2 organisasi.

Untuk menentukan pilihan itu, ISO 9001:2015 membimbing organisasi seperti ini.

Pertama, organisasi perlu menetapkan input & output suatu proses.

Kedua, menetapkan kriteria efektifitas dari proses tersebut.

Organisasi bisa menentukan apakah perlu membuat prosedur atau tidak dengan mempelajari apakah proses akan lebih efektif atau tidak dengan prosedur. Jika lebih efektif, membuat prosedur adalah pilihan bijak. Jika sama saja antara ada prosedur dan tidak ada prosedur, organisasi perlu mengkaji bagaimana alih pengetahuan dan integritas dari para personelnya. Jika cukup baik, membuat prosedur hanya menambahi beban kerja saja.

Baca Juga : Prosedur Identifikasi Risiko dan Peluang

Baca Juga : Prosedur Penanganan Keluhan Pelanggan

Terimakasih,

Salam Semangat,

Multiple Training & Consulting
www.multiple.co.id

Tags:

ISO 9001ISO 9001:2015Konsultan ISOKonsultan ISO 9001
Author

encangirul

Follow Me
Other Articles
Previous

Peran Kualitas dan Inovasi Untuk Keberlangsungan Organisasi

Next

Kepemimpinan dalam Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Seleksi dan Evaluasi Penyedia Eksternal dalam ISO 9001:2015
  • Dampak Penerapan PPN 12% Bagi Perekonomian
  • Safety Talk’s : Penanganan Tumpahan B3
  • Pro Kontra terhadap Manfaat ISO 9001
  • ISO 9001:2015 dan Manajemen Risiko

Recent Comments

  1. Konsultan ISO on Menuju Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015
  2. yuni on Tugas dan Tanggung Jawab Pengendali Dokumen
  3. Rey on Hubungi Kami
  4. skywalker on Tips Memilih Badan Sertifikasi ISO
  5. Rizkiansyah on Cara Mendapatkan Sertifikat ISO 9001

Multiple Training and Consulting adalah Konsultan ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001, ISO 27001, ISO 37001, ISO 22000, ISO 21001, ISO 17025, MLC 2006  yang siap membantu perusahaan anda dalam meraih sertifikat ISO dengan harga miring namun kualitas bersaing. Lebih dari 170++ Perusahaan sudah berhasil menerapkan sistem manajemen di perusahaan mereka. Kami menjamin bahwa anda akan berhasil mendapatkan sertifikat ISO dari badan sertifikasi pilihan anda.

Konsultan ISO 9001 | ISO 14001 | OHSAS 18001 | SMK3 | ISO 21001 | ISO 27001 | ISO 37001