Semua organisasi pasti menghadapi tantangan ketika mengembangkan sistem manajemen mutu. Dalam usaha kecil, tantangan ini berpotensi lebih besar karena:

  • Keterbatasan Sumber Daya
  • Masalah biaya konsultasi dan sertifikasi ISO 9001
  • kesulitan dalam memahami dan menerapkan sistem manajemen mutu

Terutama yang berkaitan dengan konteks organisasi, pengetahuan organisasi, pendekatan proses dan pemikiran berbasis risiko.  kita harus memahami perusahaan kecil tidak hanya dilihat dari segi ukurannya atau jumlah karyawan, tetapi juga dalam hal cara dikelola. Namun, ada keuntungan menerapkan sistem manajemen mutu di perusahaan kecil. Berikut diantaranya:

  • Dengan hanya beberapa orang yang terlibat, komunikasi dalam sebuah perusahaan kecil dapat terjadi sederhana dan lebih langsung. Individu diharapkan melakukan variasi yang luas
  • Pengambilan keputusan biasanya terbatas pada beberapa orang (atau bahkan hanya satu orang). Contoh umum mungkin termasuk pemilik tunggal, dua atau tiga orang dalam kemitraan, perusahaan keluarga, atau perusahaan dengan tiga orang
    atau empat eksekutif dan staf administrasi. Sehingga penerapan sistem manajemen ISO 9001 tidak sekompleks di perusahaan besar dengan hierarki atau level organisasi berjenjang yang melibatkan banyak
  • Dimungkinkan untuk menerapkan sistem manajemen mutu yang sesuai dengan ISO 9001 tanpa mencari sertifikasi / pendaftaran pihak ketiga. Artinya, bisa saja sebuah perusahaan hanya menerapkan ISO 9001 tanpa melakukan sertifikasi ke badan sertifikasi. Perusahaan manapun dapat mengambil manfaat dari penerapan ISO 9001

Sebetulnya, situs resmi ISO  sudah menyiapkan banyak panduan baik untuk perusahaan yang baru menerapkan sistem manajemen mutu maupun untuk perusahaan yang mau upgrade dari versi lama ke versi ISO terbaru. Dengan kemudahan akses informasi saat ini, harusnya mudah bagi perusahaan manapun untuk menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001.

Artikel ini telah dibaca sebanyak2706kali!